|
HIZBUT TAHRIR SURAKARTA NILAI KERJA PANITIA ANGKET MERAGUKAN |
|
|
|
|
Thursday, 28 January 2010 |
HIZBUT TAHRIR SURAKARTA NILAI KERJA PANITIA ANGKET MERAGUKAN
Rabu, 27 Januari 2010 | 14:41 WIB
TEMPO Interaktif , Surakarta - Belasan orang dari Hizbut Tahrir Surakarta berunjuk rasa di Bundaran Gladag, Rabu (27/1) siang. Mereka menilai kinerja Panitia Khusus Angket Bank Century jauh dari harapan.
"Pansus tidak lebih dari sekadar dagelan politik," tegas koordinator aksi, Wahyu Mujahid.
Dia juga menuding terlalu banyak konflik kepentingan dalam Panitia Angket sehingga hingga menjelang berakhirnya masa kerja Panitia Angket, tidak ada gebrakan berarti untuk penyelesaiannya. Panitia Angket dinilai hanya omong kosong belaka dan tidak benar-benar berniat menyelesaikan skandal Bank Century yang telah merugikan keuangan negara sebesar Rp 6,7 triliun.
Seharusnya, lanjut Wahyu, Panitia Angket dengan mudah mencari siapa pihak yang paling bertanggung jawab. Karena sudah jelas-jelas terbukti bahwa yang terjadi adalah perampokan uang negara dan bukan penyelamatan bank yang kesulitan keuangan.
"Di tengah himpitan kehidupan rakyat yang makin sulit, pejabat negara malah menambahkan penderitaan itu dengan menggelontorkan uang Rp 6,7 triliun dengan alasan penyelamatan Bank Century," kata dia. Di sisi lain, para korban bencana alam di Jawa Barat dan Sumatera Barat justru tidak mendapatkan perhatian yang semestinya dari pemerintah.
Menurut Wahyu, skandal Bank Century menunjukkan betapa payahnya pengelolaan sistem keuangan dan perbankan di Indonesia. Selain itu, para pejabat dinilai belum bisa melepaskan dari mental korupsi. "Terbukti kapitalisme dan neoliberalisme hanya menambah penderitaan rakyat. Kapitalisme dan neoliberalisme harus dienyahkan dari negeri ini," tandas Wahyu. UKKY PRIMARTANTYO
www.tempointeraktif.com (27 Januari 2010) |