arrowHome arrowTentang Kami  arrowKontak kami  arrowGuestbook arrowSearch Tuesday, 07 September 2010  
Menu Utama
HOME
REDAKTUR
• Editorial
• Flashnews / Dari kami
BERITA
• Terbaru
• Politik
• Lain Lain
ARTIKEL
• Siyasah
• Ekonomi
• Pemikiran
• Nafsiyyah
• Aqidah
• Tsaqofah
Seluruh Katagori
Search
Links
News Feeds
TENTANG KAMI
KALENDER ACARA
KEGIATAN
Hubungi Kami
Anggota / Member
2770 registered
7 today
29 this week
156 this month
Last: Jrwcbdpjd
Statistics
Members: 2770
News: 781
WebLinks: 2
HIZBUT TAHRIR SURAKARTA NILAI KERJA PANITIA ANGKET MERAGUKAN PDF Print E-mail
Thursday, 28 January 2010

HIZBUT TAHRIR SURAKARTA NILAI KERJA PANITIA ANGKET MERAGUKAN

Rabu, 27 Januari 2010 | 14:41 WIB

TEMPO Interaktif, Surakarta - Belasan orang dari Hizbut Tahrir Surakarta berunjuk rasa di Bundaran Gladag, Rabu (27/1) siang. Mereka menilai kinerja Panitia Khusus Angket Bank Century jauh dari harapan.

"Pansus tidak lebih dari sekadar dagelan politik," tegas koordinator aksi, Wahyu Mujahid.

Dia juga menuding terlalu banyak konflik kepentingan dalam Panitia Angket sehingga hingga menjelang berakhirnya masa kerja Panitia Angket, tidak ada gebrakan berarti untuk penyelesaiannya. Panitia Angket dinilai hanya omong kosong belaka dan tidak benar-benar berniat menyelesaikan skandal Bank Century yang telah merugikan keuangan negara sebesar Rp 6,7 triliun.

Seharusnya, lanjut Wahyu, Panitia Angket dengan mudah mencari siapa pihak yang paling bertanggung jawab. Karena sudah jelas-jelas terbukti bahwa yang terjadi adalah perampokan uang negara dan bukan penyelamatan bank yang kesulitan keuangan.

"Di tengah himpitan kehidupan rakyat yang makin sulit, pejabat negara malah menambahkan penderitaan itu dengan menggelontorkan uang Rp 6,7 triliun dengan alasan penyelamatan Bank Century," kata dia. Di sisi lain, para korban bencana alam di Jawa Barat dan Sumatera Barat justru tidak mendapatkan perhatian yang semestinya dari pemerintah.

Menurut Wahyu, skandal Bank Century menunjukkan betapa payahnya pengelolaan sistem keuangan dan perbankan di Indonesia. Selain itu, para pejabat dinilai belum bisa melepaskan dari mental korupsi. "Terbukti kapitalisme dan neoliberalisme hanya menambah penderitaan rakyat. Kapitalisme dan neoliberalisme harus dienyahkan dari negeri ini," tandas Wahyu. UKKY PRIMARTANTYO

www.tempointeraktif.com (27 Januari 2010)

 
< Prev   Next >
Flash News
Assalamu'alaikum wr wb
Untuk memberi komentar, tanggapan, atau ingin berkonsultasi, silakan kirim e-mail ke : . Atau ke nomor hp : 081-3287-44133.
 
Kalander Acara
September 2010
M T W T F S S
30311 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 1 2 3
This month
Popular
top of page
Advertisement

(C) 2010 The house of Khilafah1924.org
Joomla! is Free Software released under the GNU/GPL License.