FORUM UKHUWAH ISLAMIYAH
DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Jl. IPDA Tut Harsono No. 3A Yogyakarta Telp. 0274-7430742
PERNYATAAN SIKAP TENTANG PENJAGAAN AQIDAH UMAT DARI UPAYA PEMURTADAN
Dalam rangka mengakomodasi keresahan umat Islam di DI Yogyakarta, terkait adanya kegiatan pihak-pihak tertentu yang disinyalir merupakan sebuah upaya pemurtadan atas umat Islam secara terselubung, maka segenap umat Islam DI Yogyakarta menyerukan dan menghimbau :
1. Umat Islam menolak Jogja Festival 2007 karena merupakan [aksi] missionaris yang dalam aktivitasnya [melakukan] Kristenisasi dan Pemurtadan Umat Islam.
2. Event ini harus digagalkan karena rentan memicu persoalan masalah SARA.
3. Kepada semua pihak agar memahami bahwa kondisi DI Yogyakarta yang damai serta sikap toleransi antar umat beragama yang telah terbangun, tidak diusik dengan penyelenggaraan kegiatan-kegiatan yang meresahkan kehidupan umat beragama, terlebih lagi bila kegiatan tersebut mengarah pada upaya pemurtadan dengan berkedok pengobatan atau apa pun.
4. Kepada semua pihak agar tidak menggunakan kesempatan atas sikap toleransi umat Islam dengan memancing-mancing keresahan umat melalui kegiatan yang mengarah kepada pemurtadan baik secara sembunyi-sembunyi ataupun secara terbuka apalagi melalui promosi besar-besaran di seantero jalan di DI Yogyakarta serta melalui media elektronik maupun cetak.
5. Kepada pihak berwenang agar tidak memberikan ijin dan membatalkan ijin setiap kegiatan yang hanya menimbulkan keresahan di tengah-tengah masyarakat semata. Terlebih lagi bila kegiatan tersebut mengarah pada upaya pemurtadan umat Islam. Hal tersebut karena pemerintah adalah pihak yang paling bertanggung jawab atas kondisi masyarakat yang aman dan damai.
6. Kepada segenap umat Islam, untuk selalu mewaspadai berbagai iming-iming, apa pun bentuknya, yang ditawarkan pihak mana pun juga, serta tidak perlu menghadiri kegiatan yang penuh janji, jika ternyata berujung pada pemurtadan kaum muslimin.
7. Kepada segenap umat Islam agar tidak terpancing dengan provokasi pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, yang ingin agar kondisi aman damai di DI Yogyakarta menjadi rusak. Agar tidak mudah terbawa emosi sehingga terpancing melakukan kegiatan anarkis. Harus selalu diingat bahwa segenap upaya untuk membawa DI Yogyakarta menjadi daerah konflik antar umat beragama tidak perlu ditanggapi, jika perlu dilaporkan kepada aparat.
8. Kepada seluruh masjid dan organisasi Islam agar selalu tetap sadar dan berkontribusi melawan upaya-upaya pemurtadan dengan melalui lisan dan tulisan [pamflet, spanduk, dan sebagainya] sehingga umat terjaga aqidahnya.
Yogyakarta, 26 Mei 2007
Dukungan Ormas-Ormas terhadap penolakan Kristenisasi berkedok "Jogja Festival 2007 & Pengobatan Massal" :
1. Abu Haidar (Komandan Laskar), Majelis Mujahidin Indonesia
2. M. Rosyid, DPD I Hizbut Tahrir Indonesia DIY
3. Himawan, PKS DIY
4. Abu Usamah, FKAM
5. Abu Faishal, FKRM
6. Dodiek, GPII Yogya
7. Hidayat Arifianto, Gema Pembebasan DIY
8. G. Nurhamidi, GAM (Gerakan Anti Maksiat) Yogyakarta
9. Eko Ari Murwanto, FSLDK (Forum Silaturrahmi Lembaga Dakwah Kampus) Yogya
10. Thoha Abdurrahman, MUI DIY
11. Achmad Mursyidi, FUI (Forum Ukhuwah Islamiyah)
12. Abdul Muhaimin, Hidayatullah DIY
13. M. Syukri Fadholi, PPP DIY
14. Drs. H. Chamim Z., PDM (Pengurus Daerah Muhammadiyah) Kota Yogyakarta
15. Achmad Zuhdi, PWNU (Pengurus Wilayah NU) DIY
16. Subaeri H.M, Majelis Mujahidin, LPW DIJ
= = = =
BERITA TERKAIT :
JOGJA FESTIVAL 2007
Kaum missionaris tidak jera-jeranya merongrong aqidah ummat Islam. Hal ini dibuktikan dengan digelarnya sebuah festival penyembuhan di berbagai kota, dan yang akan datang adalah Jogja Festival 2007, yang akan digelar di Stadion Mandala Krida pada tanggal 30 Mei - 2 Juni 2007.
Event ini akan menghadirkan artis kafir ibukota, Adon "Base Jam" dan seorang evangelist terkenal dari Kanada, Dr. Peter Youngren, yang tak lain adalah tukang sihir kelas wahid. Dr.Peter sudah cukup dikenal di kalangan Nasrani sebagai seorang penginjil yang diberkati, sekaligus sudah berhasil memurtadkan (bahasa mereka : membuat orang-orang non Nasrani ikhlas kepada mukjizat Tuhan Yesus). Beberapa event sudah digelar oleh Dr. Peter, antara lain Festival Timika Indah (pada tahun 2006), Bali Gospel Festival (19 Juni 2006) dan masih banyak lagi acara serupa di berbagai kota. Di Bandung belum lama ini, acara kristenisasi massal berkedok penyembuhan ini berhasil digagalkan dan panitia penyelenggara memindahkan acara ke gereja.
Beberapa indikasi adanya unsur-unsur kristenisasi pada acara ini antara lain :
1. Tidak adanya tulisan "untuk kristen", "untuk nasrani", atau "untuk kalangan sendiri" pada publikasi acara. Panitia justru mengundang semua orang , tidak memandang suku agama dan golongan. Undangan ini jelas sangat berbahaya dan mengancam aqidah ummat Islam, karena mereka mengundang ummat berbeda agama pada acara ibadah (pemberkatan) mereka.
2. Menghadirkan evangelist terkenal dari luar negri, Dr.Peter Youngren, yang telah dikenal sebagai seorang penginjil handal yang menyebarkan agama nasrani dengan metode penyembuhan (memasukkan jin kafir ke tubuh pasien), sehingga pasien yang tadinya buta bisa melihat, tuli bisa mendengar dan lumpuh bisa berjalan.
3. Acara dilaksanakan menabrak waktu sholat. Jelas, ini adalah upaya untuk membuat ummat jauh dari masjid dan melalaikan sholat. Acara tanggal 30 Mei 2007 di Mandala Krida Yogya dimulai pukul 17.00 WIB.
4. Adanya protes dari berbagai ormas Islam di Bandung, menunjukkan acara ini bermasalah dan bukan lagi merupakan acara kerukunan, apalagi perdamaian ummat. Toleransi bukan berarti mengundang ummat beragama lain untuk hadir di sebuah acara pemberkatan.
Usaha-usaha Kristenisasi massal ini harus kita waspadai dan sebisa mungkin kita gagalkan. Sekedar informasi, publikasi acara ini ditempel secara masif, antara lain di baliho-baliho kota Jogja (jembatan Kewek, perempatan Ringroad jalan Magelang, Pingit, Wirobrajan) dan tertempel di berbagai sudut kota Yogyakarta.
Bagi kita yang sudah membaca artikel ini, beritahukan kepada saudara, teman dan tetangga kita untuk tidak menghadiri acara ini. Insya Allah, ormas Islam yang ada akan sebisa mungkin menggagalkan acara ini, baik dengan cara lobi politis (melalui kekuatan parlemen), audiensi dengan pejabat kota Yogya (walikota, anggota dewan) dan dengan cara non formal lainnya.
AWAS, KRISTENISASI MASSAL ! GEMPA AQIDAH SIAP MELANDA JOGJA !
Baca artikel terkait pada link website di bawah ini :
http://www.denpost.net/2006/06/20/hiburan1.htm
http://bethanygraha.org/pubs/newsmain.asp?id=108&curpage=5
http://www.cenderawasihpos.com/Timika/Timika.3.html
http://muslim.or.id/2007/05/25/membongkar-kedok-jogja-festival-2007-awas-permurtadan-di-balik-pengobatan-2/
Semoga mengingatkan kita sebagai umat muslim bahwa "mereka" tidak senang dengan jatidiri kita sebagai muslim dan akan selalu merudak aqidah kita mencoba menjauhkan kita dari dien kita.
Simaklah kata-kata "mereka" : "Kita tidak pernah meminta orang-orang untuk menjadi Kristen tetapi menjadikan mereka orang yang percaya kepada Yesus …"
Bagi yang berkenan, diharapkan bantuannya untuk menyebarkan berita ini. Saya sudah melihat pamflet publikasinya secara langsung yang sudah banyak dipasang di tempat-tempat strategis di Yogjakarta, jadi saya bisa mempercayai keakuratan berita ini.
SUMBER : http://alikhwan.wordpress.com/2007/05/22/pemurtadan-massal-dibalik-jogja-festival-2007/ (edited) |